Search News

Recomended News

Jakarta,minutespost.com - Presiden Joko Widodo pada Kamis, 22 November 2018, melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Andika yang dilantik di Istana...
Bandung,minutespost.com - Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018. Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan secara nasional dipusatkan...
Minutespost.com - Presiden Joko Widodo pagi ini, Sabtu, 10 November 2018, bertolak menuju Kota Bandung dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari di Provinsi Jawa Barat. Presiden beserta rombongan...
Samarinda,minutespost.com - Pemerintah tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan Presiden setelah peresmian...
More inThe President  
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Bebaskan Tarif Tol Suramadu, Presiden Jokowi: Demi Keadilan Sosial, Negara Tak Hitung Untung-Rugi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Madura,minutespost.com - Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan seputar latar belakang dibebaskannya tarif tol Jembatan Nasional Suramadu. Ia mengatakan bahwa keputusan ini tidak diambil hanya dengan memperhitungkan untung dan rugi semata, tapi juga kepentingan masyarakat yang jauh lebih besar.


"Negara itu tidak berhitung untung atau rugi. Negara itu berhitung yang berkaitan dengan keadilan sosial, yang berkaitan dengan rasa keadilan, dan kesejahteraan. Itu yang dihitung," ujarnya di Jembatan Nasional Suramadu, Jawa Timur, pada Sabtu, 27 Oktober 2018.

Kepala Negara melanjutkan, keuntungan yang sebenarnya didapatkan oleh negara adalah keuntungan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, dalam hal ini masyarakat Madura.

"Jangan kamu bawa hitung-hitungan selalu untung dan rugi. Negara tidak akan menghitung untung dan rugi, ini semuanya makro. Keuntungannya dan benefit-nya ada di masyarakat," ucapnya.


Presiden mengungkapkan persoalan yang sedang dihadapi Madura. Sebelumnya, sempat ada investasi yang mencoba masuk ke Madura. Namun, dikarenakan biaya logistik yang mahal, rencana investasi tersebut urung terlaksana.

"Pernah ada investasi untuk penanaman tebu di Madura. Sudah dimulai, tapi karena biaya logistik, biaya transportasi, jadi batal. Tidak jadi gara-gara ini," tuturnya.


Oleh karenanya, dengan pembebasan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu ini, selain menurunkan biaya logistik, Kepala Negara juga ingin agar perekonomian dan turisme di Madura semakin bergeliat sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

"Kita ingin sektor turisme, properti, dan investasi bisa betul-betul bergerak di Madura sehingga terbuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya," kata Presiden.

(EW/Sumber Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Sekretariat Presiden, Foto : Rusman / Biropers-Setpres)

Most Viewed

WHAT’S HOT