Search News

Recomended News

Jakarta, minutespost.com - Tanggal 2  Oktober  sudah erapa tahun ini, diperingati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia. Ini tak lain sejak  batik dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya di...
minutespost.com- Selama 6 tahun, Kristen Devanna terus-menerus mengalami demam, kulit pecah-pecah, dan kelelahan yang sangat parah sehingga dia perlu tidur kembali dalam waktu sejam setelah bangun...
minutespost.com- David Scott (49) dan Roger Wilkes (42), pria dewasa yang bertengkar hanya gara-gara rebutan Chiki. Padahal mereka adalah sahabat sedari kecil. Peristiwa ini pun bermula saat mereka...
Minutespost.com - Mengenalkan nama-nama tanaman pada anak sangat penting untuk memperluas wawasannya.Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Karena caranys seperti...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Presiden Jokowi Sanggupi Permintaan Muhammadiyah untuk Bangun Rusun Di Jonggol dan Solo

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jakarta,minutespost.com- Presiden Joko Widodo menyatakan kesediaan dan kesanggupannya membangun fasilitas rumah susun (rusun) untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah. Selain untuk memfasilitasi para kader Muhammadiyah dalam berdakwah, rusun itu juga akan digunakan untuk muktamar Muhammadiyah pada 2020 mendatang.

"Tadi sebetulnya di ruangan, Pak Rektor, Pak Ketua Umum, sudah menyampaikan bahwa nanti di Solo akan ada Muktamar di tahun 2020. Dibutuhkan rusun untuk peserta. Saya sampaikan, saya sanggupi, tahun ini akan kita kerjakan," ujar Presiden di penutupan Pengkajian Ramadan 1439 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Ciracas, Selasa, 29 Mei 2018.


Selain membangun di Solo, Presiden juga menyanggupi permintaan pembangunan rusun Muhammadiyah di Jonggol. Ia menyampaikan bahwa pembangunan rusun tersebut diharapkan akan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih enam bulan.

"Kemudian masuk sini ada tambahan lagi dan saya sanggupi lagi. Dalam waktu dekat akan dicek di lapangan dan selesai akhir tahun ini. Insyaallah enam bulan selesai. Yang lain kalau ada hal penting bisa disampaikan ke Prof. Muhadjir (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)," ucapnya.

Lebih jauh, Kepala Negara amat mendukung rencana PP Muhammadiyah membuka fakultas kedokteran di Uhamka. Sebab saat ini memang sudah menjadi keharusan bagi Indonesia dalam mencetak dokter-dokter baru untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga itu di Tanah Air.


"Saya senang sudah dapat kabar fakultas kedokteran di Uhamka dan Ahmad Dahlan sudah selesai. Ya karena kita masih kurang dokter. Jadi kalau Muhammadiyah mendirikan fakultas kedokteran di Yogya itu memang sebuah kebutuhan," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Juga tampak hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Rektor Uhamka selaku Ketua Panitia Suyatno.

(EW/Sumber Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Foto : Muchlis Yr Dan Kris )

Most Viewed

WHAT’S HOT