Search News

Recomended News

Jakarta, minutespost.com - Tanggal 2  Oktober  sudah erapa tahun ini, diperingati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia. Ini tak lain sejak  batik dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya di...
minutespost.com- Selama 6 tahun, Kristen Devanna terus-menerus mengalami demam, kulit pecah-pecah, dan kelelahan yang sangat parah sehingga dia perlu tidur kembali dalam waktu sejam setelah bangun...
minutespost.com- David Scott (49) dan Roger Wilkes (42), pria dewasa yang bertengkar hanya gara-gara rebutan Chiki. Padahal mereka adalah sahabat sedari kecil. Peristiwa ini pun bermula saat mereka...
Minutespost.com - Mengenalkan nama-nama tanaman pada anak sangat penting untuk memperluas wawasannya.Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Karena caranys seperti...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Presiden Afghanistan Ingin Jadikan Indonesia Model bagi Perdamaian di Negaranya

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Cilegon,minutespost.com - Persatuan bangsa Indonesia di tengah keragaman yang ada sesungguhnya benar-benar menjadi perhatian banyak negara. Afghanistan, salah satunya, ingin menjadikan Indonesia sebagai model bagi perdamaian yang hingga saat ini sedang mereka upayakan.

Saat menghadiri peringatan hari lahir Al-Khairiyah ke-93, di Kota Cilegon, Banten, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, meminta Indonesia memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian di Afghanistan yang telah dilanda konflik sejak lama. Permintaan tersebut disampaikan Presiden Ghani saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo sekira satu setengah tahun lalu.

"Beliau meminta bantuan kita untuk perdamaian di Afghanistan. Di sana ada 7 suku, hanya ada 7 kita 714 suku, perang 40 tahun tidak rampung-rampung. Permintaan Doktor Ashraf Ghani itu, bismillah, saya sanggupi,” kata Presiden di Pondok Pesantren Al Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Jumat 11 Mei 2018.

Presiden baru saja membuka Pertemuan para ulama tiga negara (Afghanistan-Indonesia-Pakistan) pada pagi tadi di Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan tersebut  merupakan tindak lanjut dari proses panjang yang melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait upaya perdamaian di Afghanistan.

"Ulama Indonesia, Pakistan, dan Afghanistan berkumpul di dalam satu ruang membicarakan dan membuat payung besar agar perdamaian di Afghanistan dapat dicapai,” ujarnya.

Melalui pengalaman sebagai kontributor perdamaian tersebut, Indonesia sesungguhnya belajar sekaligus diingatkan bahwa persatuan merupakan hal yang mahal harganya.

"Inilah yang ingin kita ingatkan bahwa yang namanya persatuan dan persaudaraan itu sangat penting bagi sebuah bangsa," tutur Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini yaitu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Ketua Umum PB Al Khairiyah Ali Mujahidin.

(EW/Sumber Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

Most Viewed

WHAT’S HOT