Search News

Recomended News

minutespost.com - Nampaknya Meghan tanpa sengaja telah menggeser Kate Middleton yang lagi sibuk dengan babynya. Meghan mulai sering tampil di depan publik.  Duchess of Sussex ini membuat debut yang...
minutespost.com - Yah siapa tahu apa di hati Pangeran Harry merasa cemburu, tapi ia menatap lekat-lekat istrinya itu saat memberi ciuman. Duchess Sussex, 36, bergabung dengan suaminya, Pangeran...
minutespost.com -  Kedua perempuan ini dikenal sebagai fashionista kelas dunia. Siapa lagi kalau bukan Ratu Letizia dan Meghan lania Trump. Keduantq bertemu pada hari Selasa mendampingi suami mereka...
minutespost.com - Setelah selama 9 tahun tanpa hukuman mati, Pemerintah Thailand melakukan hukuman mati pertamanya pada Senin 18 Juni 2018.Theerasak Longji disuntik mati  setelah enam tahun...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Presiden Jokowi: Palestina Selalu Ada dalam Helaan Napas Diplomasi Indonesia

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Bogor,minutespost.com - Indonesia kembali mengecam keras keputusan Amerika Serikat atas rencana pemindahan kedutaan besarnya ke Jerusalem. Selanjutnya, Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Ulama Trilateral (Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Mei 2018.


"Pertemuan trilateral ulama ini kita lakukan di tengah keprihatinan dunia, khususnya dunia Islam, terkait dengan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Jerusalem. Indonesia mengecam keras keputusan ini. Keputusan pemindahan ini melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB," ujarnya di awal sambutan pembukaan.

Selain mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Kepala Negara juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat tersebut. Sebab, langkah tersebut dinilai mengancam proses perdamaian antara Palestina dan Israel, serta kawasan.


"Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri. Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia," tandas Presiden.

(EW/Sumber Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

Most Viewed

WHAT’S HOT