Search News

Recomended News

minutespost.com- David Scott (49) dan Roger Wilkes (42), pria dewasa yang bertengkar hanya gara-gara rebutan Chiki. Padahal mereka adalah sahabat sedari kecil. Peristiwa ini pun bermula saat mereka...
Minutespost.com - Mengenalkan nama-nama tanaman pada anak sangat penting untuk memperluas wawasannya.Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Karena caranys seperti...
minutespost.com- Dengan suhu udara yang selalu mendekati beku, kehidupan di Villas Las Estrellas memang sangat ekstrem. Tapi terus apa hubungannya ya dengan usus buntu? Siapa pula yang masih ingin...
minutespost.com- Sebanyak 16 suster di bagian gawat darurat rumah sakit yaitu bagian tengah pada periode yang relatif bersamaan. Jumlah itu setara dengan 10% dari seluruh suster yang memperbaiki di...
More inUnique  Decoration  Unique  
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Sri Mulyani Curigai Rupiah Melemah Akibat Nilai Tukar Inflasi Pada Barang Impor

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

minutespost.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perlunya waspada inflasi yang berasal dari barang impor atau "imported inflation" dan menjadi perhatian dalam kondisi depresiasi atau pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekarang ini.
"Banyak sekali impor itu sudah dilakukan pada tahun lalu sampai dengan kuartal pertama (tahun) ini," kata Sri Mulyani ditemui usai memberikan pidato kunci di Jakarta, Selasa (8/5) malam.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menyoroti pertumbuhan impor yang mencapai 12,75 persen dalam PDB triwulan I-2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
"Kalau dilihat dari GDP kuartal I, impor kita tumbuh 12 persen. Itu bagaimana kaitannya terhadap inflasi harus kita jaga bersama-sama dengan BI," katanya.
Sri Mulyani menyatakan akan terus memantau dinamika dari perekonomian, terutama dari faktor kebijakan negara lain yang bisa memberikan pengaruh kepada nilai tukar rupiah maupun ekonomi nasional.
"Dinamika yang sekarang terjadi harus bisa dijaga untuk bisa memberikan nilai positif," kata dia.
Ia juga berpendapat bahwa dengan adanya depresiasi justru menimbulkan dampak positif bagi APBN karena penerimaan yang berasal dari dolar akan meningkat.
"Namun kita juga tahu bahwa ada juga kewajiban. Dan semuanya kami lihat, defisit fiskal kita mungkin akan tetap terjaga di 2,19 persen dari GDP atau bahkan lebih rendah," jelasnya.
Reporter: Ranov

Most Viewed

WHAT’S HOT