Search News

Recomended News

minutespost.com – KBRI Riyadh baru saja menemukan TKI dari Grujugan, Bondowoso, Jawa Timur, yang hilang kontak selama 28 tahun, bernama Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, 74...
Jakarta, minutespost.com – Jaan setapak terbuat dari batu semen dan koral dengan bermacam motif. ada kupukupu, bunga, dan apa saja sesuai yang kita inginkan. Beberapa batu bisa dicat sesuai...
minutespost.com- Menjadi seorang putri kerajaan memang selalu jadi pusat perhatian. Terlepas dari Pangeran William dan Harry, kini Putri Eugenie sepupu mereka jadi pusat perhatian karena pilihan...
minutespost.com - Robot seks bionik dengan organ pria  segera diluncurkan tahun ini. Demikian Matt McMullen, pendiri Realbotix sekaligus pembuat robot seks Harmony mengatakan.Sebelumnya,...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Trend E-commerce, UKM Indonesia Diharapkan Ikuti Pasar Online

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

minutespost.com- Banyaknya e-commerce yang berkembang di Indonesia membuat para pengusaha lokal turut maju untuk ikut merambah pasar digital. Selain, untuk membangun perekonomian produk lokal, para UKM juga melek akan kemajuan teknologi.

Perwakilan UKM Asli Indonenesia, Selawase Bags dan BRO.DO membenarkan bahwa berkembangnya pasar online tentunya akan memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi UKM Asli Indonesia dalam memasarkan produknya.

"Beragam kemudahan bisa kita dapatkan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi dan pasar online, mulai dari kemudahan pemasaran, hingga kemudahan bertransaksi bagi konsumen", jelas Mamo,  Owner Selawase Bags.

Hal yang sama  diungkapkan Yukka,selaku owner BRO.DO, agar tetap  dapat bersaing, keseimbangan antara peningkatan kualitas dan pengetahuan akan teknologi digital serta pasar online yang mumpuni harus selalu terjaga

CEO BLANJA.com,  Aulia Ersyah Marint mengatakan dengan mengarah ke pasar online, UKM di Indonesia dapat lebih mandiri. Selain itu peran pemerintah juga sangat penting.

"Mengonlinekan UKM ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, dibutuhkan kerjasama semua stakeholder. Ada 3 tantangan dari sisi UKM saat ini, antara lain; Online/e commerce literasi, kemandirian digital dan inovasi bisnis (kualitas produk, marketing, operation dl). Literasi adalah tahap awal, di edukasi dan diajarkan lalu masuk ke online, untuk dapat mandiri, maka program pengajarannya dan pendampingannya harus dibuat berbeda levelnya. Berbeda disini mengikuti kesiapan masing – masing UKM tersebut mandiri secara digital, "kata Aulia.

 "Agar bisnis nya terus berkembang dan sustain memanfaatkan e-commercemaka dibutuhkan inovasi – inovasi."

"Namun, jika membicarakan  ekosistem untuk UKM, maka tantangannya adalah infrastruktur Database UKM. Ini yang  dibutuhkan dari pemerintah, sampai level Pemda, Bupati, Walikota, jadi kami selaku pemilik channel online (marketplace) akan lebih mudah dan strategis untuk bagaimana meng-online kan mereka," jelasnya.

Reporter : Ranov

Most Viewed

WHAT’S HOT