Search News

Recomended News

Jakarta, minutespost.com - Tanggal 2  Oktober  sudah erapa tahun ini, diperingati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia. Ini tak lain sejak  batik dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya di...
minutespost.com- Selama 6 tahun, Kristen Devanna terus-menerus mengalami demam, kulit pecah-pecah, dan kelelahan yang sangat parah sehingga dia perlu tidur kembali dalam waktu sejam setelah bangun...
minutespost.com- David Scott (49) dan Roger Wilkes (42), pria dewasa yang bertengkar hanya gara-gara rebutan Chiki. Padahal mereka adalah sahabat sedari kecil. Peristiwa ini pun bermula saat mereka...
Minutespost.com - Mengenalkan nama-nama tanaman pada anak sangat penting untuk memperluas wawasannya.Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Karena caranys seperti...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Hoax? Diskusinya Digelar PWI DKI Jakarta!

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jakarta, minutespost.com - PWI Provinsi DKI Jakarta baru saja menyelanggarakan diskusi publik. Tema yang disuung `Peran Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax`.
Acara digelar di Sekretariat PWI Provinsi DKI, Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Selasa 27 Maret.
Para pembicara dalam acara yang dipandu oleh Kesit B Handoyo Sekretaris 1 PWI Provinsi DKI Jakarta ini di antaranya H. Kamsul Hasan,.SH,MH, Dr Lestari Nurhayati, MSi, Sosiolog dan Pengamat Pemilu Internasional serta Dr Syafiq Hasyim, Direktur International Center for Islam dan Pluralism.
Hadir sejumlah mahasiswa, wartawan dan pengurus organisasi tersebut.
Dalam pembukaan diskusi, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Hj, Endang Werdiningsih SH mengajak para peserta diskusi untuk ikut berperan dalam menciptakan pemilu damai, yang aman dan kondusif, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
“Dalam menjalankan tugas, para jurnalis harus selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Sehingga semua informasi bisa dipertanggung jawabkan,” pesannya.



Direktur International Center for Islam dan Pluralism, Dr Syafiq Hasyim menyoroti tentang  berita hoax dan ujaran kebencian.“Upaya untuk mengatasinya, hukum memang sangat dibutuhkan, tapi saya pesimis,” katanya.
Menurut Syafiq meski ada pasal yang mengancam para penyebar hoax dan kebencian, namun para pelaku tetap saja melanjutkan kelakuannya.
Karenanya, menurut Syafiq, perlu tanggung jawab bersama memeranginya. Misalnya memberi edukasi pada masyarakat dan pendekatan secara kultural.


Tak ketinggalan Ketua Dewan Kehormatan PWI DKI Jakarta, H. Kamsul Hasan menyebutkan, memerangi isu sara dan hoax itu perlunya masyarakat mendapatkan pemahaman tentang permasalahan tersebut dengan literasi.
Sedang Dr Lestari Nurhayati, MSi, berharap sebagai jurnalis dapat mensukseskan Pilkada dan dalam penulisannya  harus menampilkan fakta dan data yang ada tanpa menimbulkan kegaduhan. Acara yang dimulai sejak pagi itu berakhir hingga tengah hari.

Reporter : Bintang