Search News

Recomended News

Jakarta,minutespost.com - Presiden Joko Widodo pada Kamis, 22 November 2018, melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Andika yang dilantik di Istana...
Bandung,minutespost.com - Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018. Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan secara nasional dipusatkan...
Minutespost.com - Presiden Joko Widodo pagi ini, Sabtu, 10 November 2018, bertolak menuju Kota Bandung dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari di Provinsi Jawa Barat. Presiden beserta rombongan...
Samarinda,minutespost.com - Pemerintah tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan Presiden setelah peresmian...
More inThe President  
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Ini Kode Khusus Jika Ratu Elizabeth II Tutup Usia

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

London,  minutespost.com- Ratu Elizabeth II dari Inggris merupakan sosok pemimpin kerajaan yang populer di mata masyarakat dunia. Namun tak banyak yang mengetahui apa yang jika akan terjadi jika sang ratu tiada.

Berkuasa selama 66 tahun dan telah berusia 91 tahun, bukan tidak mungkin kondisi ini akan terjadi dan menghebohkan dunia. Dilansir dari Dailymail.co.uk, ada kode khusus yang akan digaungkan saat sang ratu meninggal.

Kode itu berbunyi 'London Bridge is Down' atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia: 'Jembatan London runtuh.' Kode ini akan digunakan antara orang-orang dalam kerajaan.

Selain digunakan dalam kerajaan, kode ini juga digunakan oleh sekretaris pribadi Ratu Elizabeth II saat menelepon Perdana Menteri Inggris dan menginformasikan kabar duka tersebut.

Baru setelah itu, berita tentang sang ratu boleh dipublikasikan kepada 36 negara persemakmuran Inggris di seluruh dunia.

Ini dilakukan karena selain Inggris, Ratu Elizabeth II juga menjadi kepala negara-negara persemakmuran tersebut.
Reporter: Zacky

Most Viewed

WHAT’S HOT