Search News

Recomended News

London, minutespost.comSenin pagi,23 April 2018 Waktu London,Kate Midleton yang bergelar Duchess of Cambrisge keluar dari kediamannya,Kensington Palaze menuju Lindo Wing,St Mary's...
minutespost.com – Disamping perayaan meriah sang Ratu Elizabeth II, Kerajaan Inggris juga sangat berbahagia karena baru saja mendapat anggota baru. Kate Middleton, istri Pangeran William baru saja...
Jakarta, minutespost.com – Ada pohon di halaman rumah kita? Wah, ubah menjadi lokasi nyaman untuk bersantai. Siapkan kursi buatan sendiri dari kayu atau bambu. Memutari batang pohonnya, dan kalau...
Yogyakarta, minutespost- Kota Yogyakarta selalu menawarkan beragam pilihan wisata yang menarik, salah satunya wisata alam. Kota pelajar ini tak hanya memiliki wisata pantai-pantai, bukit, hutan,...
Indonesian English

The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Kepedihan Pangeran William dan Harry Saat Berjalan Kaki Mengiring Keranda Putri Diana

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

London, Minutespost – Film dokumenter tentang pemakaman Putri Diana tengah dibuat untuk memperingati 20 tahun kepergian Mawar Inggris itu. terkuak bagaimana  suasana yang terjadi di baliknya. Termasuk keengganan kedua pangeran untuk berjalan membawa kesedihan mereka di depan publik.


Salah seorang asisten paling dipercaya Ratu Elizabeth mengungkapkan bagaimana William dan Harry dibujuk oleh kakek mereka, Pangeran Philip, agar berjalan di belakang peti mati ibu mereka pada malam pemakamannya.
Pangeran Phillip mengatakan: “Aku akan ikut berjalan jika kalian berjalan mengiringi.”

Sir Malcom Ross, orang yang bertanggung jawab pelaksanaan acara tersebut, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah para bangsawan berkumpul untuk makan malam keluarga. Menjelang Putri Diana diistirahatkan pada tanggal 6 September 1997.

Semua anggota keluarga merasakan kesedihan  kedua pangeran yang kehilangan ibunda tercinta. Pangeran Phillip  lalu menawarkan diri untuk menemani keduanya, jika mereka memilih berjalan di belakang keranda ke Westminster Abbey di depan publik.

Sir Malcom adalah anggota paling senior dari Royal Household yang pernah berbicara tentang kematian Diana. Dan tampil secara ekstensif dalam dokumenter ITV yang baru, yang diperankan oleh aktris Kate Winslet,dalam tajuk Diana: The Britain Cry

Film ini dibuat oleh Finestripe Productions untuk menandai ulang tahun ke 20 kematian sang Putri. Dengan sepengetahuan William dan Harry, produser eksekutifnya, Sue Summers, menggambarkan pemakaman tersebut sebagai 'kisah besar yang tak terlupakan dari kematiannya.

Baik William dan Harry, yang berusia 15 dan 12 tahun ketika ibu mereka meninggal, baru saja mengaku tentang kepedihan mereka karena harus berjalan di depan publik.

Harry, yang telah mencari bantuan profesional untuk mengatasi kesedihannya, telah melangkah lebih jauh. Ia  mengatakan: 'Tidak ada anak yang harus diminta melakukan hal itu.”

Saudara laki-laki Diana, Earl Spencer, mengaku telah dibohongi oleh seorang anggota istana. Dia mengatakan bahwa kedua anak laki-laki itu ingin bergabung dengan rombongan kerajaan.

Beberapa anggota dewan yang berkepentingan menyarankan agar kedua  pangeran muda berada di sana. Mereka tidak ingin Lord Spencer berjalan sendiri dengan saudara perempuannya. Mereka menyatakan publik menunggu juga reaksi Pangeran Charles.



Dilansir dari Daily Mail, film dokumenter tersebut juga mengungkapkan penghormatan terakhir William dan Harry kepada ibu mereka saat pemakaman.
Elton John awalnya dilarang bernyanyi Candle in the Wind. Karena rujukan lagu itu kepada Marilyn Monroe dianggap tidak sesuai untuk pemakaman kerajaan.

Tapi ketika penulis lirik Elton John, Bernie Taupin, mengganti liriknya, direktur layanan musik Westminster Abbey menyukainya.

Martin Neary, yang bertanggung jawab atas musik di acara tersebut, mengatakan: “Saya  merasa harus ada sesuatu yang mewakili era Putri Diana. Ketika nama Elton John muncul, saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dipikirkan pada saat itu.

"Pertanyaan itu muncul dari apa yang harus dia nyanyikan. Ketika saya mengumpulkan pilihan yang disukai adalah `Candle In The Wind`, saya mengatakan kepada Elton bahwa tidak mungkin itu digunakan karena referensinya untuk Marilyn Monroe.”



Elton John menghubungi penulis liriknya Bernie Taupin, di California. Dan dalam hitungan jam dia datang dengan judul yang menakjubkan ini, Goodbye England's Rose.

Mantan Petugas Perlindungan Royalti Lisa Webb yang mengorganisir rangkaian bunga para pengeran muda itu untuk ibu mereka. Keduanya memilih penataan mawar putih, favorit ibu mereka, untuk diletakkan di atas peti matinya di Westminster Abbey. .

"Bunga-bunga itu dipilih oleh para pangeran," dia menjelaskan.



Menurut perusahaan produksi Finestripe Productions 'Diana: Hari yang Diciak di Inggris membuat sebuah catatan menit-menit demi menit yang kuat pada hari itu, dari sela bel tenor menandai keberangkatan Diana dari Istana Kensington dengan kereta api yang sepi ke perjalanan yang luar biasa dari Mobil jenazah di sepanjang jalan raya yang sepi ke tempat peristirahatan terakhirnya di rumah keluarga Althorp." (Bintang Samudra)

Most Viewed

WHAT’S HOT